Pertemuan 09 - VS Code dan Struktur Project

Pertemuan 09 - VS Code dan Struktur Project

Menyiapkan lingkungan kerja VS Code, virtual environment, dan kerangka project Python yang rapi untuk aplikasi penjualan.

Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa mampu:

  1. Menjelaskan alasan berpindah dari Google Colab ke VS Code.
  2. Memasang VS Code beserta ekstensi penting untuk Python.
  3. Membuat dan mengaktifkan virtual environment (venv).
  4. Menyusun struktur folder project yang rapi untuk aplikasi penjualan.
  5. Menerapkan aturan dasar penulisan kode (PEP8) dengan bantuan format otomatis.

Persiapan

Kebutuhan praktikum:

text
- Python sudah terpasang di komputer (cek dengan: python --version)
- Installer VS Code (https://code.visualstudio.com)
- Koneksi internet (untuk mengunduh ekstensi)
Mulai pertemuan ini kita tidak lagi memakai Google Colab. Semua dikerjakan di komputer sendiri menggunakan VS Code.

Konsep Singkat

Mengapa Pindah ke VS Code?

Google Colab sangat cocok untuk menganalisis data (paruh pertama mata kuliah). Namun untuk membangun aplikasi — yang terdiri dari banyak file, folder, dan database — kita butuh alat yang lebih lengkap. VS Code (Visual Studio Code) adalah editor kode gratis yang banyak dipakai di dunia kerja: dapat membuka satu folder project utuh, menjalankan kode di terminal, dan diperluas dengan ekstensi.

Mulai sekarang fokus kita berubah:

text
Paruh 1 (Colab)  : menganalisis data yang sudah ada
Paruh 2 (VS Code): membuat aplikasi yang menghasilkan data itu

Apa itu Virtual Environment?

Virtual environment (venv) adalah "kotak terpisah" untuk tiap project, berisi Python dan library khusus project tersebut. Tujuannya agar library satu project tidak bercampur dengan project lain. Tanpa venv, semua library tercampur di satu tempat dan mudah bentrok.

Struktur Project yang Rapi

Aplikasi yang baik tidak menumpuk semua kode dalam satu file. Kita pisahkan berdasarkan fungsinya. Berikut kerangka project Toko Elektronik yang akan kita bangun sampai akhir semester:

Struktur project Toko Elektronik

Pada pertemuan ini kita baru membuat kerangkanya (folder boleh kosong dulu). Isinya diisi bertahap: database di Pertemuan 10, class di Pertemuan 11, dan seterusnya.

PEP8 - Aturan Menulis Kode yang Rapi

PEP8 adalah panduan resmi cara menulis kode Python agar rapi dan konsisten, sehingga mudah dibaca orang lain (dan diri sendiri di masa depan). Kita tidak perlu menghafalnya — cukup memahami beberapa aturan dasar dan membiarkan VS Code merapikannya otomatis.

Langkah 1 - Memasang VS Code dan Ekstensi

  1. Unduh dan pasang VS Code dari https://code.visualstudio.com.
  2. Buka VS Code, lalu klik ikon Extensions di sisi kiri (atau tekan Ctrl+Shift+X).
  3. Cari dan pasang ekstensi berikut:
  • Python (oleh Microsoft) — wajib.
  • Pylance — bantuan penulisan kode (biasanya ikut terpasang bersama Python).
  • Black Formatter — merapikan kode otomatis (dipakai di Langkah 5).
Memasang ekstensi Python

Langkah 2 - Membuat Folder Project

  1. Buat folder baru di komputer bernama toko-elektronik.
  2. Di VS Code, pilih menu File → Open Folder, lalu pilih folder tersebut.
Membuka folder project
  1. Buat subfolder dan file kosong sesuai kerangka. Folder dibuat lewat ikon New Folder, file lewat New File, sehingga strukturnya menjadi:
text
toko-elektronik/
├── database/
├── models/
├── main.py
├── requirements.txt
└── README.md
Folder venv/ belum dibuat manual — akan terbentuk otomatis pada Langkah 3.

Langkah 3 - Virtual Environment

Buka terminal di VS Code lewat menu Terminal → New Terminal. Pastikan terminal berada di folder toko-elektronik.

Terminal dengan venv aktif

Alur kerja virtual environment:

Alur virtual environment

Membuat venv

Windows:

bash
python -m venv venv

macOS / Linux:

bash
python3 -m venv venv

Perintah ini membuat folder venv/ di dalam project.

Mengaktifkan venv

Windows:

bash
venv\Scripts\activate

macOS / Linux:

bash
source venv/bin/activate

Jika berhasil, di awal baris terminal akan muncul tulisan (venv). Itu tandanya venv aktif.

Memasang Library dan Mencatatnya

Library dipasang dengan pip. Sebagai contoh (Flask akan kita pakai nanti di Pertemuan 14):

bash
pip install flask

Setelah memasang library, catat daftarnya ke requirements.txt agar mudah dipasang ulang di komputer lain:

bash
pip freeze > requirements.txt
Untuk menonaktifkan venv, ketik deactivate. Setiap kali membuka kembali project, cukup ulangi langkah Mengaktifkan venv.

Memilih Interpreter di VS Code

Agar VS Code memakai venv ini, tekan Ctrl+Shift+P, ketik Python: Select Interpreter, lalu pilih yang berada di dalam folder venv.

Langkah 4 - Program Pertama dan Menjalankannya

Buka file main.py, lalu tulis:

python
def main():
    print("Halo, Toko Elektronik!")


if __name__ == "__main__":
    main()

Jalankan lewat terminal (pastikan (venv) masih aktif):

bash
python main.py

Output:

text
Halo, Toko Elektronik!
Baris if __name__ == "__main__": adalah pola umum Python untuk menandai kode yang dijalankan saat file dieksekusi langsung. Kita akan memakainya terus.

Langkah 5 - PEP8 dan Format Otomatis

Aturan Dasar PEP8

Beberapa aturan paling sering dipakai:

Aturan Contoh benar Contoh keliru
Indentasi 4 spasi print(x) print(x) (2 spasi)
Variabel & fungsi: snake_case harga_total, hitung_total() hargaTotal, HitungTotal()
Class: PascalCase class Produk: class produk:
Spasi di sekitar operator total = a + b total=a+b
Nama yang bermakna jumlah_stok js, x1
Aturan penamaan PascalCase untuk class akan langsung kita pakai di Pertemuan 11 (class Produk, Pelanggan, Transaksi).

Merapikan Kode Otomatis

Daripada merapikan manual, biarkan VS Code melakukannya saat menyimpan:

  1. Tekan Ctrl+, untuk membuka Settings.
  2. Cari Format On Save, lalu centang.
  3. Cari Default Formatter, pilih Black Formatter.
Mengaktifkan Format On Save

Sekarang setiap kali menekan Ctrl+S, kode otomatis dirapikan sesuai PEP8.

Referensi Perintah Penting

Perintah Virtual Environment dan pip

Tujuan Windows macOS / Linux
Membuat venv python -m venv venv python3 -m venv venv
Mengaktifkan venv\Scripts\activate source venv/bin/activate
Menonaktifkan deactivate deactivate
Memasang library pip install nama pip install nama
Melihat library pip list pip list
Menyimpan daftar pip freeze > requirements.txt pip freeze > requirements.txt
Memasang dari daftar pip install -r requirements.txt pip install -r requirements.txt

Pintasan VS Code

Pintasan Fungsi
Ctrl+Shift+X Membuka panel Extensions
Ctrl+ (backtick) Membuka/menutup terminal
Ctrl+Shift+P Membuka Command Palette
Ctrl+S Menyimpan (sekaligus merapikan kode)

Pengujian

Pastikan hasil praktikum sesuai berikut:

  1. VS Code terpasang dan ekstensi Python aktif.
  2. Folder toko-elektronik memiliki struktur: database/, models/, main.py, requirements.txt, README.md.
  3. Terminal menampilkan (venv) saat virtual environment aktif.
  4. Perintah python main.py menghasilkan output Halo, Toko Elektronik!.
  5. Menyimpan file dengan Ctrl+S merapikan kode secara otomatis.

Troubleshooting

Masalah Penyebab Solusi
python tidak dikenali Python belum terpasang/terdaftar di PATH Pasang ulang Python, centang "Add to PATH"
activate ditolak di PowerShell Kebijakan keamanan PowerShell Jalankan Set-ExecutionPolicy -Scope CurrentUser RemoteSigned, atau pakai terminal CMD
(venv) tidak muncul Perintah aktivasi belum dijalankan Ulangi perintah Mengaktifkan venv sesuai OS
Kode tidak dirapikan saat simpan Formatter belum diatur Pastikan Format On Save dicentang dan Black Formatter dipilih
VS Code memakai Python yang salah Interpreter belum diarahkan ke venv Ctrl+Shift+P → Python: Select Interpreter → pilih dari folder venv

Tugas Praktikum

Buat laporan (format PDF) yang berisi tangkapan layar sebagai bukti:

  1. Daftar ekstensi VS Code yang terpasang.
  2. Struktur folder toko-elektronik di panel Explorer VS Code.
  3. Terminal yang menampilkan (venv) aktif.
  4. Hasil menjalankan python main.py.
  5. Isi file README.md yang Anda tulis sendiri (nama project, nama Anda, dan rencana fitur aplikasi penjualan).
Tips: ekspor laporan ke PDF, atau susun di dokumen lalu simpan sebagai PDF.

Kesimpulan

Pada pertemuan ini mahasiswa berpindah dari Google Colab ke VS Code dan menyiapkan fondasi untuk membangun aplikasi: memasang ekstensi, membuat virtual environment agar library tiap project terpisah rapi, menyusun struktur folder yang terorganisir, serta mengenal PEP8 dengan bantuan format otomatis. Kerangka project Toko Elektronik kini siap diisi. Pada pertemuan berikutnya, folder database/ akan kita isi dengan database SQLite beserta tabel dan relasinya.